Senin, 31 Agustus 2015

Disappointment

"Gimana Lih, hasil tesnya? Udah keluar?"

Isi BBM dari Eta, pertanyaan yang sama yang sudah aku dengar beberapa kali hari ini dari berbagai orang. dengan senyum kecut aku balas BBM itu.
"Iya ta, udah keluar kok. Tapi belom lulus. Belom waktunya, hehe."

Pengumuman kelulusan tahap kedua udah keluar jumat kemaren. Dan ternyata hasilnya sesuai dengan perkiraanku. Aku ga lulus. Yeah seperti yang udah aku perkirakan setelah ngerjain psikotes akhir Agustus lalu. Bila dibandingkan dengan teman-temanku yang sepertinya sangat yakin kalau mereka bisa mengerjakan semuanya dengan santai, aku sangat tertekan saat itu. Entah karena apa aku sendiri ga yakin. Yang jelas aku udah ngerasa ga yakin kalo aku bisa lulus, dan bahkan berkata "hanya keajaiban yang bisa bikin aku lulus tes ini." dan benar saja ternyata sekarang aku gak lulus.

Kecewa? Jelas! Aku udah sampai tahap terakhir dan ternyata takdir berkata lain. Ibarat udah tinggal pencet FOD-nya Lion dan musuh pasti mati, tapi eh yang ke-klik creep gara-gara gugup grogi gemetaran saking senengnya. Tapi ya mau gimana lagi nasi udah jadi bubur. Kesempatan udah lewat dan aku cuma bisa berharap tahun depan masih bisa ikut dan semoga bisa lulus.

"Semangat wae lih, suruh belajar lagi dulu, biar ada seleksi lagi biar semakin manteb besok hasilnya. Jadiin kecewamu jadi semangatmu to. Tenang rejeki ga akan lari kemana juga."
"Iya, Ta, haha. Makasih ya."

Yeah mungkin Tuhan emang belom ngijinin aku ke Bintaro tahun ini. Mungkin Tuhan punya rencana lain yang lebih baik buat aku. Dan disinilah aku, mencoba menyusun lagi semangatku yang tercecer disana-sini.

Selasa, 21 Juli 2015

Stay

Don't sleep away this night my baby,
please stay with me at least till dawn.
It hurts to know another hour has gone by
and every minuite is worthwhile
I love you....

David Sahuleka menyanyikan lagunya dengan merdu di saluran Youtube, menemani suasana malam yang cukup syahdu. ada sedikit rasa rindu yang hadir bersamaan dengan dimulainya lagu itu. ah apa kabar kau disana? baik kan?

seperti sebuah novel yang pengarangnya berbakat, cerita ini masih terus berlanjut dengan menarik. setiap dari kita memerankan perannya dengan sangat baik dan sadar bahwa kita sebenarnya saling membutuhkan satu sama lainnya. tak peduli seberapa jauhnya jarak memisahkan dan waktu yang memenjarakan kesendirian, kita masih mengerti bagaimana kita seharusnya bersikap. Dan aku percaya kita bisa melalui ini semua, kan?

Jangan kau menangis sayangku,
hapuskanlah air matamu
Ku tak ingin malam ini kau bersedih,
Cintaku hanya untukmu

Minggu, 05 Juli 2015

Waiting

menunggumu itu seperti menunggu datangnya travel. dia pasti datang. tapi gatau jam berapa tepatnya dia bakalan jemput. terkadang menunggumu juga seperti menunggu bus efisiensi. aku memang sengaja datang sebelum waktunya, dan tiba-tiba kamu muncul tepat disaat aku sudah cukup lelah menunggu.

seperti siklus menstruasi yang sampai saat ini masih belum bisa aku pahami, kamu selalu bisa membuatku bertanya-tanya. "ada apa sih?" "kenapa sih?" dan jawabanmu masih saja aku tak apa-apa terkadang aku berpikir mungkin memang tidak ada apa-apa disana. tapi tak jarang pula aku melihatmu dari sudut pandang lain, kamu seperti sedang merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. dan ketika aku kembali bertanya "ada apa sih?" "kenapa sih?" akhirnya kamu mau memberikan jawaban yang sebenarnya.

seseorang pernah berkata, terkadang apa yang kamu lihat itu terlalu fokus pada masalah "ih kamu kenapa sih kok gitu aja gamau cerita?" "kenapa sih kamu bales bbm nya lama banget? lagi main yah? ga inget aku yah?". terkadang kita terlalu fokus pada diri sendiri, egois. sampai kita lupa bahwasannya yang kita hadapi itu bukan benda mati, tetapi manusia yang punya perasaan dan hidupnya ga cuma buat kamu.

"yeah akhirnya emang aku harus bisa zoom out dari masalah yang aku hadapi itu. dan disitulah aku menemukan jawaban dari setiap pertanyaan aku buat sendiri.."

"Cinta yang benar-benar cinta adalah ikhlas. cinta itu memberi tanpa pernah meminta. cinta itu mengikhlaskan. jadi dot kalo kamu mencintai seseorang, kamu harus bisa ikhlas memberi tanpa sedikitpun berharap untuk meminta. mungkin sulit pada awalnya, tapi kamu masih bisa belajar."

"berbicara tentang cinta itu berbicara soal ketulusan. Cinta itu walaupun, bukan karena. cinta itu walaupun kamu gendut, tapi aku cinta. bukan karena kamu cantik aku jadi cinta."

bagiku sih, cinta itu kamu. terlepas dari apa yang ada pada kamu, terlepas dari apa yang kamu lakukan. mungkin aku memang belum yakin, tapi aku masih punya waktu kan untuk meyakinkan diri? dan selama ini aku selalu egois. selalu saja kamu meminta maaf atas kesalahan yang tidak kamu buat. yang aku perlukan hanyalah zooming out. tapi apa? aku masih belum bisa ikhlas memberikan perhatian ini. aku masih mengharapkan balasanmu segera. aku masih tak bisa menunggu. tolong dimaafkan. sungguh aku tak berniat.

"berusaha mengerti dan tidak menuntut. kasih ruang buat pacar, ruang disini biarin dia dengan semua kegiatannya. komunikasi yang baik, utamain kualitas daripada kuantitas. jujur, kemanapun sama siapapun ngapainpun kabarin ke pasangan kita. saling mengerti aja ya jangan ngekang, jangan menuntut." itu jleb banget. but anyway thanks, for unknown somewhere out there, yang udah memancing jawaban seperti itu.

Rabu, 03 Juni 2015

Jealousy

Kau bercerita banyak hal tentang kuliahmu di kampus. mulai dari seberapa seringnya kau terlambat, dosen yang ternyata juga masuknya telat, mata kuliah yang hampir membuatmu putus asa di awal semester, dan masih banyak lagi. kau menceritakannya dengan sangat antusias. sangat bersemangat. sesekali kau terdiam, menunggu tanggapanku. dan yang bisa aku lakukan hanya mengangguk, menandakan bahwa aku masih dengan sangat setia mendengarkan celotehanmu.

Mendengarkanmu bercerita itu menjadi kegiatan yang cukup mengasyikkan karena setiap ceritamu sungguhlah menarik. karena di setiap ceritamu aku semakin bisa memahamimu. karena di setiap ceritamu itulah aku bisa mengerti apa yang kau suka dan apa yang kau benci. tapi lalu tiba-tiba kau terdiam menatapku.

"Sayang gantian cerita donk, mosok dari tadi aku terus yang cerita." katanya.
"Gapapa kok, sayang. dilanjutin aja dulu ceritanya. aku lebih suka ndengerin kamu cerita kok. nanti juga kalo aku udah ada cerita bakalan aku ceritain juga hehe." jawabku.
"hmmmmm, yaudaah. jadi kemarin itu ......." dan ceritanya pun berlanjut.

Mungkin tak pernah terlintas di pikiranmu, setiap kali aku mendengarkan ceritamu sebenarnya selalu ada rasa cemburu yang muncul. aku iri dengan mereka yang bisa selalu ada dekat denganmu, yang bisa selalu kamu ajak main. aku iri dengan mereka yang ada ketika kamu membutuhkan. mungkin ceritamu hanya tentang temanmu yang selalu bisa datang membantumu ketika kau butuhkan. tapi yang aku cerna adalah ketidak berdayaanku untuk bisa ada di dekatmu dan membantumu. and yeah i feel like a useless boyfriend for you. i can't even help you. what can i do is just listening to your story and loving you always.

da aku mah apa atuh. jadi pacar tapi gabisa apa-apa. hanya bisa berharap kamu bahagia dengan jarak yang memisahkan, dan komunikasi yang selalu aku usahakan.